Sejarah Mesin Jahit Perlu Anda Ketahui Dari Era Perang Dunia I

elias howe sewing machine

Sejarah mesin jahit berawal dari kebanyakan wanita menjahit pakaiannya sendiri dan keluarganya dengan tangan untuk mengisi waktu luang sebelum tahun 1900-an. Wanita dahulu juga membuat kelompok besar untuk menjahit pakaian dalam ruangan pabrik secara tradisional dengan tangan. Penemuan dan pengembang mesin jahit membuat wanita terbebas dari menjahit secara tradisional karena memakan banyak waktu, uang dan menghasilkan pakaian yang lebih murah dan cepat. Mesin jahit membuat sebuah industri pakaian lebih mudah dan terjangkau tanpa membebani karyawannya.

Sejarah Mesin Jahit

Pengembang mesin jahit berusaha keras untuk merintis alat tersebut ke public pada abad ke delapan belas di negara inggris, prancis, dan amerika serikat. Seorang asal nggris thomas saint mengubah hak paten mesin jahit pertama kali pada tahun 1790. Kulit dan kanvas dapat dijahit dengan mesin jahit tradisional dimana jarum menusuk ke dalam kain membentuk pola rantai. Mesin jahit ini meniru gerakan penjahit dengan tangan. Pada tahu 1807 sebuah inovasi mesin jahit dipatenkan oleh William dan Edward chapman di inggris. Mesin jahit inovasi ini menggunakan jarum pada ujung untuk dililitkan sebuah benang.

Jika anda tau sejarah mesin jahit Bartheleémy Thimonnier dipatenkan pada tahun 1830 di negara prancis dan ini menjadi penyebab utama peperangan. Penjahit asal prancis mengembangkan sebuah mesin jahit yang dimana dapat menjahit kain secara massal dengan jarum melengkung. Sebuah pabrik yang memproduksi seragam angakatan darat prancis dengan 80 mesin jahit pada saat itu tahun 1841. Sekelompok penjahit melakukan penjarahan dan menghancurkan semua mesin jahit Bartheleémy Thimonnier tanpa diketahui sebabnya.

Baca juga : Jenis-Jenis Bahan Kain Dengan Pola Menjahit

sejarah mesin jahit Bartheleémy Thimonnier
Bartheleémy Thimonnier by pinterest.com

Di sebrang samudera altantik, walter hunt membuat mesin dengan jarum berbentuk mata yang menciptakan jahitan pola terkunci dengan 2 benang di ujung jarum. Mesin hunt diciptakan pada tahun 1834 dan tidak pernah dipatenkan. Elias Howe yang mengaku sebagai penemu mesin jahit ini dengan merancang dan mematenkan pada tahun 1846. Howe merupakan pekerja sebuah toko mesin di boston yang berusaha menghidupi seluruh keluarganya. Seorang teman membantu secara finansial dan howe menyempurnakan mesin hunt di kala itu. Mesin hunt yang ia sempurnakan menghasilkan jahitan pola 2 benang seperti yang dijelaskan diatas. Pada saat itu howe mencoba menjual mesin buatannya ke inggris akan tetapi dalam perjalanan seseorang telah mengcopy mesin jahit tersebut. Ketika dia kembali pada tahun 1849, Howe mencoba kembali memasarkan mesin jahitnya di negaranya sendiri dengan menuntut sebuah perusahaan untuk mengakui hak paten mesin nya. Pada tahun 1854 sebuah insiden dimana masalah hak paten dipermasalahkan kemudian akhir cerita howe memenangkan hak paten tersebut dan membangun beberapa mesin jahit untuk di pasarkan keseluruh wilayahnya.

Elias Howe Sewing Machine
Elias Howe Sewing Machine By fineartamerica.com

Pesaing howe pada saat itu muncul yaitu Isaac M. Singer yang menumkan mesin jahit dengan modifikasi model desain yang buruk menjadi lebih baik dan mendapatkan hak paten pada tahun 1851. Mesin jahit ini sampai saat ini masih ada modelnya dimana terdapat meja dan jarum menggantung sehingga posisi kain dapat digerakan berbagai arah. Pada tahun 1850 sangat banyak sekali fitur macam mesin jahit diciptakan dan diperjual belikan. Hampir 4 produsen mesin jahit memberikan hak paten mereka kepada pengembang fitur tersebut. Howe mendapatkan keuntungan dalam hal ini karena royalti hak patennya terpakai dan pada tahun 1860 howe bekerja sama dengan edward clark menggabungkan penemuannya menjadikan produsen mesin jahit terbesar di dunia tahun 1860. Kemudian banyaknya permintaan besar untuk membuat seragam perang dikala itu dan terjadilah perang saudara. Howe dan singer menjadi penemu jutawan mesin jahit pertama di dunia.

Baca juga : Macam Macam Mesin Jahit Dalam Industri Konveksi

Isaac M. Singer
Image by www.historytoday.com

Mesin jahit terus berkembang sampai 1850-an. Allen B. Wilson seorang yang berasal dari amerika menemukan alat penunjang mesin jahit dalam bentuk bangku terdapat roda penggerak yang dibawahnya digerakan dengan kaki (melalui injakan). Allen seorang modifikasi mesin jahit memperoleh hak paten nya sampai di meninggal dunia tahun 1875. Sedangkan Howe merupakan seorang pematen mesin jahit dan singer memberikan langkah lebih maju untuk merchandising. Dimulai dari rencana pembelian secara angsuran / kredit, layanan maintenance, sampai jual-beli mesin. Singer merupakan orang yang pertama yang mengenalkan produknya ke rumah dan beberapa teknik dalam berjualan seperti saat ini industri konveksi dan garmen.

Mesin jahit merubah dunia industri pakaian dengan menciptakan bidang baru untuk pakaian siap pakai. Mesin jahit juga mengembangkan produk-produknya seperti pembuatan karpet, penjilitan buku, sepatu, kaus kaki, pelapis furniture, dan masih banyak lagi. Industri mesin jahit tradisional sebelum tahun 1990 menggunakan ayunan jarum memakai tangan meski butuh bertahun-tahun untuk revolusi mesin jahit terlahir. Mesin jahit listrik pertama kali dikenalkan oleh singer pada tahun 1889 dengan teknologi komputer modern saat itu dapat membuat kancing, bordiran, dan beberapa jahitan rumit lainnya.

sumber sejarah mesin jahit : http://www.madehow.com/Volume-3/Sewing-Machine.html

Jenis-Jenis Bahan Kain Dengan Pola Menjahit

Jenis-jenis bahan kain yang anda tahu sejauh mana?dan jika anda ingin membuat baju atau celana pasti hal paling penting adalah mencari bahan kainnya. Saat anda memilih bahan yang salah itu akan membuat kekecewaan pelanggan anda atau anda sendiri karena tak cocok dengan bahan baju atau celana. Selain itu bagaimana cara memilih pola, corak, dan warna kain yang ingin anda gunakan itu membuat pakaian.

Ketika anda ingin memulai menjahit pakaian, anda akan berfikir apakah kita sudah memilih pola yang sesuai dan tetapi belum mendapatkan bahan kainnya, atau sebaliknya. Dibawah ini kami akan menjelaskan bagaimana memulai menjahit pakaian dengan tepat :

Buatlah Pola

Pola yang sudah dirancang terlebih dahulu akan mempermudah untuk menentukan bahan kain mana yang akan kita jahit. Biasanya penjual bahan kain memiliki daftar untuk beberapa pola yang sering orang cari dan ini cukup membantu meskipun tidak semuanya terdaftar didalamnya. Jadi pelajari dan fahami dahulu pembuatan polanya kemudian satukan dalam daftar anda terhadap bahan kain yang sesuai. Kami akan memberi saran jenis-jenis bahan Kain yang sering digunankan untuk konveksi baju anak, seragam, gamis, atau muslim sebagai berikut:

Cotton voile : Bahan Kain yang ringan dan semi tipis dengan ukuran besar.
Cotton lawn: Bahan kain terbuat dari kapas ringan dan sedikit terikal.
Rayon challis: Bahan kain halus dan ringan hampir sama dengan cotton voile akan tetapi sedikit lebih berat.
Chambray: Kain halus dan sedikit ringan terbuat dari kapas.
Denim: Bahan kain berat biasa dipakai model jeans.
Double gauze: Kain kasa ganda adalah kain unik karena secara harfiah ada dua lapis kain tenunan kasa. Lapisan ganda kain pakaian dari kasa (lembut), dengan kualitas terbaik (sangat ringan).
Knit: Bahan kain dalam kategori kain rajutan, ada beberapa jenis rajutan, bervariasi dari berat ringan sampai sedang. Kain rajutan masih perlu peregangan. Pola dirancang untuk kain tenun atau kain rajutan, dan Ukuran pola pada kain rajutan seringkali akan menentukan tingkat peregangan yang dibutuhkan pada kain.

Baca juga : Macam Macam Mesin Jahit Dalam Industri Konveksi

Sutra: Sutra adalah kain yang ringan dan halus. Memiliki penampilan yang sedikit mengilap. Bahan licin dan sangat sulit untuk dijahit. Sutra cocok untuk pelapis pakaian.

Satin: Satin bisa bervariasi dari yang ringan sampai kelas berat, tergantung jenis satin. Seperti sutra, ia memiliki tampilan mengkilap.

Linen: Linen adalah bahan kain dengan berat sedang dengan sedikit elastis. Bahan ini sangat panas untuk dipakai, Itulah sebabnya mengapa bahan kain ini menjadi pilihan populer untuk cuaca dingin.
Wol: Ada lebih dari 200 jenis wol, berasal dari 40 jenis bulu domba, sehingga bobotnya akan bervariasi tergantung dari jenis wolnya. Wol sangat keras dan serbaguna. bahan sangat hangat dan pilihan yang baik untuk cuaca dingin.

Flanel: Flanel adalah kain lembut dan ringan. Cocok untuk model pakaian seperti kemeja, celana dan jaket.

Model apa aja yang cocok untuk pola serta jenis-jenis bahan kain :
Celana:  Linen ; denim; flannel; dan wol.
Kemeja dan blus:  rayon challis; double gauze; knit; sutra; chambray; cotton lawn; linen; and flannel.
Rok: rumput Kapuk; Rayon challis; denim; knit; Dan linen.
Gaun: Cotton voile; cotton lawn; rayon challis; double gauze; knit; sutra; satin; linen; and wol.
Berat kain bisa menjadi faktor penentu saat memilih sebuah pola; Kain ringan biasanya akan membutuhkan pola yang cocok untuk cuaca yang lebih hangat.

Sumber : https://www.craftsy.com/blog/2013/10/choosing-fabric-for-clothes/

Macam Macam Mesin Jahit Dalam Industri Konveksi

mesin jahit digital
Macam Macam Mesin Jahit
Macam Macam Mesin Jahit

Mesin jahit adalah alat yang digunakan untuk merajut bahan menjadi sebuah pakaian layak digunakan. Adapun itu beberapa macam mesin jahit diciptakan dari tahun ketahun mengikuti perkembangan teknologi zaman. Baju yang sering kita pakai sekarang ini adalah hasil karya yang dihasilkan oleh mesin jahit. Macam macam mesin jahit saat ini sudah digunakan untuk membangun bisnis dari rumahan sampai menjadi sebuah parbrik besar.

Di indonesia sendiri sudah banyak masyarakat menggunakan mesin jahit untuk membentuk sebuah bisnis karena tahun ke tahun model dan jenis baju selalu berubah-ubah. Jika anda ingin mencoba untuk membuat baju terlebih dahulu harus mengetahui macam-macam mesin jahit. Atau anda ingin membuka sebuah industri produksi baju seperti konveksihasan.com maka kita harus faham soal mesin jahit. Dibawah ini akan kami jelaskan beberapa macam macam mesin jahit sebagai berikut :
1. Mesin Jahit Tradisional

mesin jahit tradisional
image by assets.catawiki.nl

Pada dahulu kala mesin jahit tradisional hanya untuk menjahit model jahitan rantai seperti pada lekukan bawah celana panjang atau ujung tangan kaos. Karena model jahitan ini sangat rawan dan mudah lepas menjadikan kualitas pakaian berkurang. Akan tetapi kebanyakan para penjahit mengakali dengan memasang dua benang dalam satu lubang jarum. Dengan kata lain jahitan semula sangat lemah / mudah lepas benangnya berubah menjadi kuat. Mesin penggeraknya menggunakan alas injak kaki yang diayun naik turun agar jarum bergerak membentuk pola jahitan.
2. Mesin Jahit Listrik

mesin jahit listrik
image by www.singerco.com

Ada beberapa mesin jahit tradisional yang memodifikasinya dengan cara merubah roda pada mesin manual (injakan kaki) ke alat penggerak listrik. Tombol yang biasa digunakan hampir sama seperti di injak akan tetapi perbedaaan nya mesin jahit listrik tidak diayun. Mesin jahit listrik sangat produktivitas ketimbang tradisional karena tidak menguras tenaga dan kecepatan waktu.

3. Mesin Jahit Digital

mesin jahit digital
image by www.gallsewingvac.com

Mesin jahit modern yang menggunakan teknologi komputer untuk mengoperasikanya. Yang membedakannya adalah alat jahit ini dapat dioperasikan 1 orang dalam 1 waktu berjalan secara otomatis tinggal menekan tombol yang berada di layar mesin jahit tersebut. Hanya saja mesin jahit ini jarang digunakan untuk industri pakaian rumahan karena harganya cukup mahal dan pengalaman pengoperasian belum semua terintegrasi keseluruh masyarakat indonesia.

Jadi sekarang anda sudah faham membedakan mesin jahit untuk memenuhi kebutuhan industri pakaian rumahan ataupun secara retail. Industri ini sangat populer dikalangan masyarakat indonesia dan tidak akan mati jika anda bisa mengikuti trends model pakaian dari tahun ke tahun.

Baca juga : Jenis-Jenis Bahan Kain Dengan Pola Menjahit