Penjelasan Lengkap Tentang Bahan Kain Katun dari Jenis Hingga Kekurangannya

Bagi Anda yang ingin mencoba untuk membuat pakaian sendiri mungkin bisa menggunakan bahan kain katun sebagai dasarnya. Meski sebenarnya katun juga memiliki banyak sekali jenis. Pada tulisan kali ini kami akan menjabarkan kepada Anda seputar katun, seperti apa itu katun, apa saja jenis-jenisnya, , berapa kisaran harganya, serta apa saja kelebihan dan kekurangannya. Maka dari itu pastikan untuk membaca hingga selesai ya.

Definisi Katun

Katun merupakan bahan pakaian yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Katun sendiri sebenarnya terbuat dari bahan kapas. Katun juga dikenal dengan nama cotton, yang mana benang maupun kainnya berasal dari serat kapas. Katun mudah dijumpai di berbagai toko di pasaran sebab memang ia dijadikan sebagai produk tekstil oleh berbagai industri pakaian. Oh ya, kapas yang dimaksud di sini adalah kapas alami. Jadi katun dibuat dari serat alami kapas tersebut.

Jenis-jenis Katun

Ada banyak jenis-jenis katun yang mungkin kerapkali Anda jumpai. Meski sama-sama dibuat dari bahan dasar kapas alami, namun aneka bahan kain katun ini juga memiliki perbedaan satu sama lain. Baiklah mari kami jelaskan satu per satu ya.

Pertama, ada yang dinamakan dengan kain katun minyak. Namanya saja minyak ya, jadi kain ini identik dengan bahan yang mengkilap ketika dilihat secara sekilas. Anda mungkin sering menjumpai katun minyak ini di acara-acara pesta, yang mana banyak perempuan yang membuatnya menjadi hijab untuk digunakan ke acara-acara tersebut.

Baca juga : Jenis Bahan Serat Alam untuk Tekstil yang Wajib Diketahui!

Selain nampak mengkilap, katun minyak daya serapnya bisa dikatakan cukup baik ya. Jadi tidak perlu khawatir keringat mudah keluar jika mengenakannya. Katun jenis ini juga kadar mengkilapnya akan berbeda ketika baru pertama kali dibeli. Sebab ternyata ia semakin berkurang ketika dicuci beberapa kali. Untuk soal harga, beberapa online shop menjualnya dengan harga relatif murah, yaitu hanya sekitar Rp. 25.000 saja per meter, tapi untuk yang polos ya, motif tentu beda lagi.

Kedua, ada yang namanya kain katun paris. Nah katun yang satu ini sekilas nampak seperti katun biasa ketika dilihat. Namun sebenarnya ia berbeda dari bahan kain katun yang lainnya. Levelnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan katun yang biasa saja. Anda bisa dengan mudah mengenalinya dari jenis kain yang tipis dan ringan ketika disentuh. Untuk persoalan harga, dijual mulai harga Rp. 18.000 per meternya di berbagai online shop.

Ketiga, ada kain katun satin Jepang. Kain ini adalah kain yang memang didatangkan langsung dari negara pembuatnya, yaitu Jepang. Maka dari itu orang banyak mengenalnya dengan nama katun Jepang. Harga yang dipasang oleh beberapa online shop untuk katun ini adalah sekitar Rp. 35.000 per meter yang mungkin bisa Anda dapatkan lebih murah ketika mengeceknya di toko offline.

Katun satin Jepang sangat mudah dikenali jika Anda mencoba mengenakannya, seperti bahannya yang sejuk dengan permukaan lembut ketika disentuh. Selain itu warna dari katun satin Jepang juga beragam, yang mana di pasaran mudah ditemukan warna-warna kuat dan tidak mudah luntur.

Keempat, ada kain katun Cina. Tidak hanya dari Jepang saja, katun Cina ternyata juga sudah masuk di Indonesia. Para pemilik toko kain dan masyarakat pada umumnya mengenal katun Cina ini dengan istilah katun twill yang entah dari mana namanya berasal. Pembeda antara katun Jepang dan katun twill tadi mudah dikenali dari segi warnanya. Jika katun Jepang menggunakan warna-warna kuat, katun twil atau katun Cina ini memilih warna yang tidak terlalu mencolok.

Katun twill mudah ditemukan dengan warna yang lebih lembut. Selain itu ketika disentuh bahannya juga cenderung lebih tipis. Karena katun tersebut berasal dari luar Indonesia, terkadang kualitas yang datang bisa dikatakan cukup rendah daripada katun twill di negara asalnya. Meski impor, kain katun Cina ini dijual dengan harga yang sangat murah, mulai kisaran Rp. 8.000, Rp. 11.000, dan lain sebagainya. Tentu sekali lagi, harga yang Anda bayarkan akan sama dengan apa yang Anda dapatkan ya.

Kelima, ada kain katun silk sutera. Jenis katun satu ini menggunakan kepompong ulat sutera dalam proses pembuatannya. Namun sebenarnya silk sutera sendiri tidak murni kain katun, sebab ia bercampur dengan kain sutera sesuai dengan namanya. Anda dengan mudah dapat mengetahui karakteristiknya setelah Anda menyentuhnya, sebab silk sutera cenderung licin dan lembut. Selain itu ia juga halus dan kuat jadi ia tidak mudah rusak.

Anda bisa menggunakan silk sutera ini sebagai bahan untuk membuat hijab atau gamis karena ia sejuk ketika dikenakan dan sama sekali tidak membuat gerah. Kainnya sendiri cenderung ringan dari jenis katun yang lain. Untuk persoalan harganya beda-beda ya, mulai Rp. 11.000 hingga Rp. 300.000.

Baca juga : Jenis Bahan Kain Crepe Keunggulan dan Kekurangannya

Keenam, ada kain katun dari Bangkok. Kain ini beda lagi dengan katun dari Jepang dan Cina tadi. Motifnya mirip dengan Thailand, namun bedanya ia cenderung lebih kasar dan bahannya mudah menerawang. Jadi untuk dijadikan sebagai hijab, sepertinya Anda harus memakai ciput terlebih dahulu dulu. Rp. 16.000-Rp. 32.000.

Ketujuh, ada kain katun Rayon. Kain ini seringkali digunakan untuk membuat berbagai pakaian Muslim dengan berbagai model. Kainnya sangat sejuk digunakan, ketika dipegang cenderung licin dan ringan dibawa jalan, sedang daya serapnya juga lumayan. Tetapi kekurangannya kainnya mudah kusut, jadi Anda wajib menyiapkan tenaga ekstra sebelum mengenakannya. Untuk harganya mulai dari belasan hingga puluhan ribu, tergantung polos atau motif.

Kedelapan, ini adalah jenis kain katun terakhir yaitu kain katun biasa. Dikatakan biasa karena memang harganya paling ekonomis dari yang lain. Cirinya mudah diamati yaitu memiliki motif yang cukup banyak. Daya serapnya mengikuti kadar kapas yang terkandung di dalamnya. Tidak ada kode warna dalam kainnya. Harga kain katun dengan motif ini sekitar Rp. 30.000 hingga Rp. 35.000 per meternya. Untuk yang polos bisa jauh lebih murah lagi.

Kekurangan Semua Jenis Kain Katun

Pada bagian sebelumnya sudah dijelaskan berbagai jenis kain katun lengkap dengan kelebihannya masing-masing. Maka di sini kami akan menggeneralisir kekurangan dari semua jenis katun yang sudah dibahas tadi.

Pertama, semua jenis kain katun tersebut jika digunakan dan dicuci terus menerus bisa semakin menyusut dari kondisi awalnya. Untuk menanggulanginya, Anda sebaiknya tidak terlalu sering mencucinya. Pun kalau dicuci, sebisa mungkin jangan gunakan mesin cuci.

Kedua, semua jenis kain katun tersebut cenderung mudah luntur. Hal ini terjadi karena bahannya merupakan serat alami. Jadi cucilah pakaian yang terbuat dari katun milik Anda dengan tangan sendiri dengan cara menggosoknya secara perlahan.

Itulah tadi berbagai penjelasan menarik tentang bahan kain katun yang bisa Anda gunakan untuk membuat pakaian, bawahan seperti rok atau celana kain, hijab, gamis, dan sebagainya. Semoga artikel ini mampu memberikan Anda pengetahuan tentang berbagai jenis katun dan bagaimana cara mengantisipasi agar tidak mudah rusak.

Silakan diterapkan di rumah ya dan jangan lupa untuk mengecek kain katun dengan kualitas yang bagus sesuai kebutuhan Anda. Selamat mencoba!



2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

WhatsApp WhatsApp Kami