Ini Faktor Penyebab Harga Crepe de Chine Lebih Mahal

Crepe de ChineDari seluruh keluarga “Crepe” masing-masing memiliki karakteristik dan harga berbeda, termasuk jenis kain Crepe de Chine ini. Kendati demikian mereka memiliki tampilan yang sama secara fisik yaitu serat kain yang sangat lembut dan tekstur yang seakan tidak rata (emboss).

Perlu diketahui bahwa ada banyak sekali jenis kain crepe di pasaran baik yang masih dalam bentuk bahan atau sudah berupa pakaian jadi. Masing-masing kain crepe memiliki ciri khas tersendiri dan lebih cocok untuk jenis pakaian tertentu. Misalnya bahan Crepe de Chine cocok untuk gaun (dress), atau Wool Crepe yang lebih cocok untuk sweater, hijab syar’i, dan selimut karena bahannya lebih tebal.

Dibanding jenis crepe lainnya, bisa dikatakan Crepe de Chine masuk pengecualian. Serat kainnya memang lembut namun tekstur berpasirnya terlihat samar. Dari ketebalannya mungkin termasuk paling tipis sehingga sering digunakan untuk bahan gaun atau dress panjang. Crepe de Chine sendiri diidentikkan sebagai bahan pakaian mewah dengan harga paling mahal.

Asal usul dan Ciri-Ciri Kain Crepe de Chine

Tidak perlu dijelaskan panjang lebar hampir semua tahu bahan Crepe de Chine ini berasal dari Negeri Tirai Bambu, China. Dari nama kainnya juga sudah kelihatan. Jika merujuk sample versi original, bahan Crepe de Chine ini terbuat sari sutera asli.

Tekstur kain ini sangat halus dengan kerutan seperti berpasir namun lembut saat diraba. Finishing warna untuk semua warna Crepe de Chine juga tidak terlalu mengkilap sehingga tidak muncul kesan over colour.

Proses pembuatan kain ini boleh dibilang lebih rumit dibanding lainnya. Misalnya pada saat penenunan proses memutar menggunakan benang worsted di bagian weft, sedangkan di bagian warp menggunakan benang sutera asli. Ada juga yang hanya menggunakan benang sutera saja baik bagian weft maupun warp-nya.

Dari benang yang digunakan serta tingkat kesulitan pada proses pembuatannya, harga Crepe de Chine ini relatif lebih mahal, terlebih jika sudah berupa pakaian jadi. Satu kelemahannya, warna kain ini lebih cepat memudar jika terpapar sinar matahari langsung terlalu lama.

Karakteristik varian Crepe de Chine cukup ringan, jatuh, lapisan matte-nya lebih halus. Wajar jika bahan ini lebih sering digunakan sebagai material gaun mewah atau pakaian-pakaian mahal.

Baca juga : Keunggulan Jenis Kain Wool Crepe dan Cara Mencuci yang Benar

Karena sifatnya yang jatuh dan lemas bahan ini lebih cocok untuk baju-baju wanita. Kesannya lebih anggun untuk tampilan-tampilan formal. Crepe de Chine juga lebih mudah disimpulkan bahkan dibuat lipitan. Sayangnya kain ini cenderung mudah kusut dbanding kain crepe lainnya. Kendati demikian cukup mudah merapikannya kembali menggunakan setrika hangat.

Kain Crepe Yang Mirip Crepe de Chine

Secara garis besar keluarga kain crepe mempunyai tekstur permukaan yang sama menyerupai kulit jeruk. Karena teksturnya yang unik ini justru menjadi daya tarik sehingga banyak disukai orang, terutama kaum hawa.
Meski sekilas terlihat mirip namun masing-masing kain crepe memiliki ciri khas berbeda, terutama pola tekstur maupun variasi benang yang digunakan. Misalnya Wool Creep dengan tekstur paling halus atau Bubble Crepe yang mempunyai tekstur benang paling jelas.

Untuk melihat lebih jelas perbedaannya, mari kita lihat beberapa jenis kain crepe yang mirip dengan Crepe de Chine.

Moss Crepe (Moscrepe)

Dari sederet kain crepe yang ada, mungkin hanya Moss Crepe yang boleh dibilang paling mirip dengan Crepe de Chine. Moss Crepe sendiri lebih sering digunakan sebagai material untuk membuat gaun (dress), hijab, dan gamis.
Sama seperti Crepe de Chine, Moss Crepe juga memiliki permukaan yang halus dan lembut namun sedikit lebih tebal. Serat kainnya juga sangat rapat sehingga tidak menerawang sewaktu dikenakan.

Wool Creep (Wollycrepe)

Dibanding Crepe de Chine jenis kain Wollycrape jauh lebih tebal. Bahkan lebih tebal dari Moss Crepe meskipun mereka sama-sama memiliki permukaan yang lembut. Karena ketebalannya ini Wollycrepe lebih banyak digunakan untuk membuat pakaian tebal seperti sweater, selimut, syal, sarung tangan, atau pakaian-pakaian yang cocok dipakai pada musim dingin.

Tekstur kulit jeruk atau emboss Wool Creep sendiri terlihat lebih samar dibanding Crepe de Chine. Serat kainnya cukup rapat sehingga tidak ada kesan transparan atau menerawang. Sifat elastis dan teksturnya sangat halus dan lembut menjadikannya lebih nyaman dikenakan.

Menyinggung soal harga, harga Crepe de Chine lebih mahal dibanding Wollycrepe. Salah satu sebabnya mungkin Crepe de Chine lebih tipis dan halus sehingga terkesan lebih mewah. Ini yang menjadi pembeda margin harganya.

Bubble Crepe

Jika dibandingkan Crepe de Chine, jenis kain Bubble Crepe ini nampak lebih jelas tekstur kulit jeruknya. Bahkan bisa dibilang paling jelas dibanding kain crepe jenis lainnya. Ini bisa dilihat dari pola benang yang nampak jelas dan terasa di tangan ketika diraba.

Dibanding Moss Crepe, kain Bubble Crepe ini memang lebih tipis namun tidak setipis Crepe de Chine. Meskipun begitu ketiga-tiganya tidak menerawang karena susunan serat kainnya sangat rapat.

Bubble Crepe sifatnya jatuh namun terkesan elastis mirip karet, mungkin karena hal ini kemudian disebut Bubble Crepe. Namun sebenarnya elastisitas bukan sifat asli kain ini namun lebih kepada pola benang yang berubah ketat ketika ditarik. Dengan sendirinya ada efek seolah-olah kain Bubble Crepe ini melar.

Arabian Crepe

Jika dilihat dari bentuk dan tekstur sebenarnya Arabian Crepe lebih mirip Moss Crepe daripada Crepe de Chine. Meski begitu sepintas ketiganya cukup mirip secara visual. Selain itu rasa ketika dipegang baik Arabian Crepe, Moss Crepe maupun Crepe de Chine akan sulit dibedakan. Meskipun faktanya disini harga Moss Crepe lebih murah dibanding dua kerabatnya tadi.

Selain serat kain yang halus, Arabian Crepe juga menghadirkan sensasi lembut dan dingin saat dikenakan. Jika diamati lebih detail, secara fisik Arabian Crepe lebih tebal dibanding Crepe de Chine ataupun Moss Crepe.
Crepe Georgette

Jika dicari kemiripannya, Crepe de Chine dan Crepe Georgette sama-sama jenis kain crepe yang tipis dengan elastisitas permukaan matte yang maksimal. Bedanya, Crepe de Chine berasal dari China sedangkan Crepe Georgette berasal dari Perancis yang pertama dikenalkan oleh designer Georgette de La Plante awal-awal abad ke-20.

Baca juga: Jenis Bahan Kain Crepe, Keunggulan dan Kekurangannya

Tekstur permukaan Crepe Georgette ini tidak begitu mengkilap namun sedikit melar. Di dunia fashion kain ini terkenal lebih mirip kain Shifon. Sama seperti Crepe de Chine, kain Crepe Georgette lebih sering digunakan sebagai material pembuat gaun malam, blouse, hingga rok.

Jenis kain Crepe Georgette kadang juga digunakan untuk bahan hijab atau perlengkapan muslimah lainnya. Berbeda dari Crepe de Chine yang lebih spesifik untuk gaun (dress) dengan harga lebih mahal meskipun bahannya lebih tipis.

Jenis-jenis kain crepe termasuk Crepe de Chine memang memiliki panyak kemiripan, apalagi masing-masing crepe mempunya tekstur yang sama seperti kulit jeruk. Namun begitu harga-harga kain tersebut berbeda, ada yang mahal bahkan sangat mahal tapi ada juga yang murah. Faktor tebal dan tipis, halus dan kasar, atau kerapatan serat kain menjadi salah satu faktor penentu adanya perbedaan harga ini. Nah, mana yang paling cocok untuk Anda, silakan Anda pilih sendiri.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.